Selasa, 16 April 2013

Bahasa Inggris 2-softskill minggu 1

Cari makna ''In'' dalam sebuah kata:

-In choice
mean:
choice=pilihan
in choice=memilih,dalam memilih

-In translate
mean:
translate=arti,terjemah
in translate=mengartikan,menerjemahkan

-In repeat
mean:
repeat=ulangin repeat=mengulang,berulang-ulang

-In Comunity
mean:
comunity=kumpulan,komunitas
in comunity=perkumpulan,dalam perkumpulan

-In Create
mean:
create=membuat,buat
in create=pembuatan

Selasa, 15 Januari 2013

TUGAS BAHASA INDONESIA 4-OUTLINE

NAMA  : YOGA PRADIPTA PUTRA
KELAS :3EB06
NPM     :28210644

PENGARUH PENGALAMAN TERHADAP PENINGKATAN KEAHLIAN AUDITOR DALAM BIDANG AUDITING
BAB I : PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG MASALAH
Perkembangan dunia usaha semakin lama semakin cepat dan sangat bervariasi. Persaingan antara perusahaan semakin meningkat dengan dibarengi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan di Indonesia. Dalam menghadapi itu semua para pengelola perusahaan salah satunya membutuhkan informasi akuntansi. Sejak itulah profesi akuntan mulai dipertimbangkan keadaannya. Jasa akuntan sangat diperlukan khususnya jasa akuntan publik mengenai tingkat kelayakan dan keandalan informasi atau laporan keuanganyang dibuat oleh akuntan internal atau akuntan yang ada diperusahaan maka terdapat proses pemeriksaan terlebih dahulu yang dilakukan oleh auditor.
Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Standar auditing Profesional Akuntan Publik (SPAP), akuntan dituntut untuk dapat menjalankan setiap standar yang ditetapkan oleh SPAP tersebut. Standar-standar tersebut meliputi standar auditing, standar atestasi, standar jasa akuntan dan review, standar jasa konsultasi, dan standar pengendalian mutu. Dalam salah satu SPAP diatas terdapat standar umum yang mengatur tentang keahlian auditor yang independen. Dengan demikian kompartemen akuntan maupun organisasi profesi harus berusaha meningkatkan pemahaman auditor terhadap keahlian audit sehingga pada akhirnya akan berguna dalam membantu merancang bantuan keputusan, mengembangkan program pelatihan, menetapkan pedoman tariff jasa audit, dan menetapkan prosedur untuk evaluasi. Dalam standar SA seksi tentang pelatihan dan keahlian Auditor Independen yang terdiri atas paragraph 03-05, menyebutkan secara jelas tentang pelatihan dan keahlian auditor independen. Dalam standar umum SA seksi 210 tentang pelatihan dan keahlian Auditor Independen yang terdiri atas paragraph 03-05, menyebutkan secara jelas tentang keahlian auditor disebutkan dalam paragraf pertama sebagai berikut “Audit harus dilakukan oleh seseorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan yang cukup sebagai auditor” (SPAP, 2001). Standar Umum pertama tersebut menegaskan bahwa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang akuntan untuk melaksanakan audit adalah harus memiliki pendidikan serta pengalaman yang memadai dalam bidang auditing.
Pengalaman seorang auditor sangat berperan penting dalam meningkatkan keahlian sebagai perluasan dari pendidikan formal yang telah diperoleh auditor. Sebagaimana yang telah diatur dalam paragraf ketiga SA seksi 210 tentang pelatihan dan keahlian independen disebutkan: “Dalam melaksanakan audit untuk sampai pada suatu pernyatan pendapatan, auditor harus senantiasa bertindak sebagai seorang yang ahli dalam bidang akuntan dan bidang auditing. Pencapaian keahlian tersebut dimulai dengan pendidikan formalnya yang diperluas melalui pengalaman-pengalaman selanjutnya dalam praktik audit…. (SPAP, 2001)”.
Terkait dengan topik yang banyak dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya, Penelitian Diani Mardisar dan Ria Nelly Sari (2007), memberikan kesimpulan bahwa beberapa aspek yang dapat meningkatkan kualitas hasil kerja auditor adalah pengetahuan dan akuntabilitas serta interaksi keduanya. Hal ini memiliki indikasi bahwa untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas seorang auditor harus memiliki akuntabilitas dan pengetahuan yang tinggi namun akuntabilitas dan pengetahuan bukanlah semata-mata faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hasil kerja. Namun kali penelitian kali ini memiliki beberapa perbedaan pada variable yang diukurnya pada peneliti sebelumnya. Variabelnya adalah pengalaman yang diukur berdasarkan dengan lamanya auditor bekerja, banyaknya tugas pemeriksaaan, banyaknya jenis perusahaan yang diaudit.

2. RUMUSAN MASALAH
“Apakah secara parsial dan bersama-sama pengalaman yang diperoleh auditor dari lamanya bekerja, banyaknya tugas pemerikasaan, banyaknya jenis perusahaan yang diaudit mempunyai pengaruhpositif terhadap peningkatan keahlian auditor dalam bidang auditing?”.

3. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah secara parsial dan bersama-sama pengalaman yang diperoleh auditor dari lamanya bekerja, dari tugas-tugas pemeriksaan, dan dari banyaknya jenis perusahaan yang telah diaudit mempunyai pengaruh positif terhadap peningkatan keahlian auditor dalam bidang auditing.
Dan kegunaan dari penelitian ini adalah
o Untuk mengetahui apakah pengalaman yang diperoleh auditor dari lamanya bekerja/menjadi seorang auditor, dari tugas-tugas pemeriksaan yang telah dilakukannya dan dari banyaknya jenis perusahaan yang telah diaudit mempunyai pengaruh positif terhadap peningkatan keahlian auditor dalam bidang auditing.
o Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan kajian dibidang pengauditan.
o Penelitian ini diharapkan akan menambah pengetahuan dan wawasan terutama penerapan teori yang diperoleh selama studi.



BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
1. KERANGKA TEORI
Pengertian Auditing
Sebelum mempelajari auditing dan profesi akuntan publik dengan mendalam, sebaiknya kita perlu mengetahui definisi auditing terlebih dahulu. Definisi auditing pada umumnya yang banyak digunakan adalah definisi audit yang berasal dari ASOBAC (A Statement basic of auditing concepts) dalam karangan Abdul Halim, (2001,hal 1) yang mendefinisikan auditing sebagai :
“Suatu proses sitematika untuk menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukit audit secara obyektif mengenai asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian dengan kriteria yang telah ditetapkan dan menyampaikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan”
Tipe-tipe Auditor
Tipe-tipe auditor yang umumnya diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok, yaitu:
1. Auditor intern
Auditor intern merupakan auditor yang bekerja di dalam perusahaan (perusahaan negara atau perusahaan swasta).
2. Auditor pemerintah
Auditor pemerintahan merupakan auditor professional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh entitas pemerintah atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan untuk pemerintah.
3. Auditor independen
Auditor independen adalah auditor professional yang menyediakan jasanya kepadanya masyarakat umum untuk memenuhi kebutuhan para pemakaian informasi keuangan, terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang dibuat oleh kliennya Auditor independen dalam prakteknya harus memenuhi persyaratan pendidikan dan pengalaman kerja tertentu.
Pengertian Pengalaman
Pengalaman merupakan suatu proses pembelajaran dan pertambahan perkembangan potensi bertingkah laku baik dari pendidikan formal maupun non formal atau bisa diartikan sebagai suatu proses yang membawa seseorang kepada suatu pola tingkah laku yang lebih tinggi. Suatu pembelajaran juga mencakup perubahaan yang relatif tepat dari perilaku yang diakibatkan pengalaman, pemahaman dan praktek. (Knoers & Haditono, 1999).
Pengertian Keahlian auditor
Definisi keahlian sampai saat ini masih belum terdapat definisi operasional yang tepat. Menurut Webster’s ninth New Collegiate Dictionary (1983) dalam Murtanto & gudono (1999) mendefinisikan keahlian (expertise) adalah ketrampilan dari seorang yang ahli. Ahli (experts) didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki tingkat ketrampilan tertentu atau pengetahuan yang tinggi dalam subjek tertentu yang diperoleh dari pengalaman atau pelatihan.
Standar Auditing Tentang Keahlian Auditor
Kompetensi mengenai keahlian auditor, telah diatur dalam Standar Umum yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), yaitu Standar Umum Seksi 210 yang mengatur tentang Pelatihan dan Keahlian Auditor Independen. Seksi ini terdiri dari tiga bagian, yaitu:
• Standar Umum Pertama , paragraph 01-02
• Pelatihan dan Keahlian Auditor Independen, paragraph 03-05
• Tanggal Berlaku Efektif, paragraph 06
Pentingnya Pengalaman dalam Meningkatkan Keahlian Auditor
Pengalaman mempunyai hubungan yang erat dengan keahlian auditor,pencapaian keahlian seorang auditor selain berasal dari pendidikan formalnya juga diperluas lagi dengan pengalaman-pengalaman dalam praktik audit. Buku-buku psikologi tentang keahlian menarik dua kesimpulan umum, Asthon (1991) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa (1) pemilikan pengetahuan khusus adalah penentu keahlian, (2) pengetahuan seseorang ahli diperoleh melalui pengalaman kerja selama bertahun tahun.
Telaah Penelitian Terdahulu dan Hipotesis
Beberapa studi yang terdapat dalam literatur memberikan suatu gambaran manfaat keahlian. Suatu pandangan kognitif menerangkan keahlian dalam kasanah pengetahuan. Pengetahuan dalam hal ini diperoleh melalui pengalaman langsung (pertimbangan yang dibuat dimasa lalu dan umpan balik terhadap kinerja) dan pengalaman tidak langsung (pendidikan). Pendekatan kognitif pada keahlian dibidang auditing dipusatkan pada pengetahuan para ahli dan peranannya dalam pertimbangan professional. Hasil dari studi pandangan kognitif menunjukkan bahwa keahlian merupakan domain specific concept (Slatter dan Bonner dalam Murtanto, 1999).
Pengalaman yang diperoleh dari lamanya bekerja
Penelitian Richard m.Tubbs (1992) yang melakukan penelitian terhadap dampak pengalaman organisasi dan tingkat pengetahuan. Penelitian tersebut menggunakan 72 orang auditor dan 23 orang mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah auditing. Hasil penelitian ini menunjukkan subjek yang mempunyai pengalaman audit lebih banyak akan menemukan kesalahan lebih banyak dan item-item kesalahan yang dilakukan lebih kecil dibandingkan auditor yang mempunyai pengalamannya lebih sedikit.
Pengalaman yang diperoleh dari banyak tugas pemeriksaan yang dilakukan
Abdol dan Wright (dalam Ken T.Trotman & Arnold Wright, 1996) memberikan bukti empiris bahwa dampak auditor akan signifikan ketika kompleksitas tugas dipertimbangkan. Mereka melakukan penelitian terhadap auditor berpengalaman (yang telah mencapai tingkatan staff, yang membutuhkan keahlian normatif) dan auditor yang kurang berpengalaman (lebih rendah dari tingkatan staff atau mahasiswa auditing) ketika mereka dihadapkan pada tugas yang terstruktur, semistruktur dan tidak terstruktur. Penelitian ini meberikan bukti empiris bahwa pengalaman akan berpengaruh signifikan ketika tugas yang dilakukan semakin kompleks. Seorang yang memiliki pengetahuan tentang kompleksitas tugas akan lebih ahli dalam melaksanakan tugas-tugas pemeriksaan, sehingga memperkecil tingkat kesalahan, kekeliruan, ketidakberesan, dan pelanggaran dalam melaksanakan tugas.
Pengalaman yang diperoleh dari jenis perusahaan
Choo & Trotman, 1991 (dalam Anandayu, 2005) yang menyatakan bahwa auditor berpengalaman akan mengingat lebih banyak jenis item daripada item yang sejenis sedangkan auditor yang tidak berpengalaman lebih banyak item sejenis.
Pengalaman dari banyaknya jenis perusahaan yang telah diaudit akan memberikan suatu pengalaman yang lebih bervariasi dan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian auditor.
2. HIPOTESIS
Hipotesis 1 : Pengalaman yang diperoleh dari lamanya bekerja menjadi auditor mempunyai pengaruh yang positif terhadap peningkatan keahlian auditor dalam bidang auditing.
Hipotesis 2 : Pengalaman yang diperoleh auditor dari banyaknya tugas pemeriksaan yang telah dilakukan mempunyai pengaruh yang positif terhadap peningkatan keahlian auditor dalam bidang auditing.
Hipotesis 3 : Pengalaman yang diperoleh auditor dari banyaknya jenis perusahaan yang diaudit berpengaruh positif terhadap peningkatan keahlian auditor dalam bidang auditing.
Hipotesis 4 : Pengalaman yang diperoleh auditor dari lamanya bekerja, banyaknya tugas pemeriksaan yang telah dilakukan, banyaknya jenis perusahaan yang telah diaudit secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap peningkatan keahlian dalam bidang auditing.



BAB III : METODE PENELITIAN

1. PEUBAH DAN PENGUKURAN
Variabel penelitian dalam penulisan ini terdiri dari 3 variabel independent (X) dan 1 variabel dependent (Y). Dimana variabel independent (X) terdiri dari pengalaman yang diperoleh dari lamanya bekerja dalam satuan bulan (X1), pengalaman yang diperoleh auditor dari banyaknya tugas-tugas pemeriksaan (X2) yang diukur dengan jumlah tugas pemeriksaan yang dilakukan responden, dan pengalaman yang diperoleh dari banyaknya jenis perusahaan yang telah audit responden (X3) yang diukur dengan jumlah jenis perusahaan yang telah diaudit. Sedangkan variabel dependen (Y) adalah keahlian auditor independen dalam bidang auditing.

2. Populasi dan Penentuan Sampel
Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah ” AUDITOR / AKUNTAN PUBLIK ” yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di DKI Jakarta, Sampel penelitian ini adalah Auditor Independen yang berhak menandatangani laporan audit, diambil berdasarkan tingkatan (stratify) yang terdiri dari 5 KAP Besar, 5 KAP Menengah, dan 5 KAP Kecil. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan metode probability sampling atau sering disebut juga dengan random sampling, yaitu pengambilan sampel penelitian dimana setiap elemen penelitian mempunyai probabilitas (kemungkinan) yang sama untuk dipilih. Sampling adalah suatu cara atau teknik yang dipergunakan untuk menentukan sampel penelitian (Supardi, 2005).

3. Metode Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode survei, yaitu suatu cara penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta atau gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dikirimkan secara langsung ke Kantor akuntan Publik (KAP) tempat responden bekerja.


4. Metode Analisis
• UJI KUALITAS DATA
Penelitian yang mengukur variabel dengan menggunakan instrument dalam kuesioner harus diuji kualitas datanya atau syarat yang penting yang berlaku dalam kuesioner seperti: keharusan suatu kuesioner untuk valid dan reliable. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah instrumen tersebut valid atau reliable untuk variabel yang akan diukur, sehingga penelitian ini bisa mendukung hipotesis. Uji validitas dimaksudkan untuk mengukur kualitas kuesioner yang digunakan sebagai instrument penelitian, sehingga dapat dikatakan bahwa instrument tersebut valid. Instrumen dikatakan valid, jika instrument tersebut mampu mengukur apa yang diinginkan dan mengungkapkan data yang diteliti secara tepat. Sedangkan uji reliabilitas adalah suatu pengujian untuk mengukur sejauhmana hasil suatu pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran lebih dari satu terhadap gejala yang diukur dengan alat ukur yang sama.
• Pengujian Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan metode regresi linear berganda, dengan alasan penggunaan variabel yang lebih dari satu dalam penelitian ini. Analisis regresi berganda ini diolah dengan menggunakan program SPSS for windows versi 13.0. Analisis regresi linear berganda yang dilakukan dalam penelitian ini, dilakukan dengan memasukkan tiga buah variable independen yang terdiri atas pengalaman yang diperoleh dari lamanya bekerja, pengalaman yang diperoleh auditor dari banyaknya tugas pemeriksaan yang dilakukan dan pengalaman auditor yang diperoleh dari banyaknya jenis perusahaan yang telah diaudit, serta satu variabel dependen yaitu keahlian auditor dalam bidang auditing.

Senin, 26 November 2012

Bahasa Indonesia - TUGAS SOFTSKILL 3

TUGAS SOFTSKILL 3
Nama Kelompok      :Siti Hutami Widianingsih (26210593)
                              Bobby Ariyanto              (21210429)
                              Yoga Pradipta Putra        (28210644)


Temukan padanan kata dalam Bahasa Indonesia pada contoh berikut. Selanjutnya pilih 5 kata dari 25 kata yang tersedia dan buat contoh kata buat dalam bentuk kalimat efektif (tepat secara gramatikal Bahasa Indonesia).
1. Abnormal perfomanca index              =  Abnormal kinerja index
2. Adjustment                                    =  pengaturan
3. Adjusted price                                = pengaturan harga
4. Administrative expenses                = beban adminidtrasi
5. Advance payment                            = memajukan pembayaran
6. Audit working paper                        = pemeriksaan kertas kerja
7. Automatic premium loan                  = keuntngan otomatis pinjaman
8. Bank line                                         = baris bank
9. Blanket expense policy                    = menutupi beban kebijakan
10. Capital adequacy ratio (CAR)                    = rasio kecukupan modal
11. Cash disbursement                         = pengeluaran kas
12. Certified public accountant            =
Bersertifikat akuntan publik
13. Checking account                           = rekening giro
14. Collective rights of stockholders   =
Kolektif hak pemegang saham
15. Competitive bid                                      = tawaran kompetetif
16. Completion bond                            =
penyelesaian obligasi
17. Conditional sale floater (insurance) = Penjualan barang bergerak bersyarat (asuransi)
18. Consumer debenture                      = konsumen obligasi
19. Continuous budget                         = anggaran yang berkelanjutan
20. Cost forecasting                           = Peramalan biaya
21. Cost of goods sold                         = beban pokok penjualan
22. Economic entity                            = kesatuan ekonomi
23. Economic class                              = golongan ekonomi
24. Financial intermediary                   = perantara keuangan
25. Financial reporting                        = laporan keuangan
Membuat kalimat efektif dari 5 kata diatas :
1.     Administrative expenses = beban administrasi
Beban administrasi yang ditanggung PT. Sinar Jaya semakin meningkat
2.    Audit working paper = pemeriksaan kertas kerja
Semua auditors melakukan pemeriksaan kertas kerja tahun 2012
3.    Cash disbursement       = pengeluaran kas
PT. sinar Jaya mencatat pengeluaran kas atas pemelian unit kendaraan
4.    Checking account= rekening giro
Ny. Diony calon nasabah Bank DKI ingin membuka rekening giro pada Cabang Jakarta dengan melakukan setoran tunai sebagai setoran awal rekening gironya
5.    Financial reporting       = laporan keuangan
Kondisi perusahaan yang mengalami peningkatan atau penurunan dapat dilihat dari laporan keuangannya.

Senin, 05 November 2012

tugas softskill 2 bahasa indonesia

BAHASA INDONESIA 2

Nama Kelompok :



  • Siti hutami               (26210593)
  • Boby Ariyanto        (21210429)
  • Yoga pradipta         ( 28210644)


Kelas : 3EB06

BAHASA INDONESIA 2
TUGAS II
Salah satu bentuk esei kritik ialah tinjauan buku. Kalian harus menemukan buku penunjang dalam bidang Akuntansi (buku populer). Untuk tugas ini, kalian harus membedakan antara tujuan tinjauan dan tujuan buku tersebut. Jadi tugas kalian ada 2, yaitu apa tujuan kalian melakukan tinjauan buku X dan apa tujuan penulis menyusun buku tersebut. Selanjutnya, tugas kalian adalah:
1. jelaskan apa tujuan esei kritik tinjauan buku tersebut.
2. tujuan penulis buku tersebut.
Kalian harus memberikan rangkuman buku dan memberikan kesimpulan bahwa buku tersebut baik untuk dibaca atau tidak untuk dibaca.

Buku yang kami teliti :






Tujuan kami meninjau buku :
- Untuk mengetahui materi dari isi buku tersebut
- Untuk mengetahui ilustrasi pendukung seperti gambar atau susunan materi yang ada di dalam buku tersebut
- Untuk mengetahui proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa di dalam buku tersebut
- Untuk mengetahui informasi biaya bagi kepentingan manajemen guna membantu mengelola perusahaan atau bagiannya

Tujuan penulis menulis buku :

- Untuk membantu pembaca mudah memahami materi-materi mengenai informasi biaya yang disampaikan dalam buku tersebut
- Untuk memberikan bukti keunggulan buku hasil karya buatannya dengan menampilkan sub pokok bahasan dalam buku tersebut
-Menelusuri kemajuan mahasiswa
-Menawarkan bantuan sensitif konteks kepada mahasiswa
-Menciptakan penugasan
-Menyiapkan dan melakukan presentasi kelas

Rangkuman

Buku ini berisi materi-materi tentang informasi konsep akuntansi penting.seperti masalah laporan keuangan,kasus analisis laporan keuangan,kasus riset,riset operasional,dan simulasi profesi.menyeimbangkan pembahasan antara presentasi konseptual dan prosedural sehingga unsur-unsur tersebut saling mendukung satu sama lain sehingga pembaca tidak kehilangan cakupan topik.


Kesimpulan

Menurut kelompok kami buku Akuntansi Intermediate edisi 12 ini baik untuk dibaca karena penyampaiannya sudah tepat, penggunaan kata juga mudah dimengerti sehingga buku ini baik di miliki oleh pengguna yang sangat membutuhkannya atau masyarakat yang tertarik mempelajari buku berjudul Akuntansi Intermediate edisi 12 ini.

tugas softskill 1-bahasa indonesia

tugas softskill 1-bahasa indonesia

Tugas softskill 1

  1. Beri komentar tentang artikel berikut ini :

Pemasaran adalah merupakan salah satu kegiatan utama dalam bidang perekonomian, disamping pemasaran produksi dan konsumsi. Konsumsi baru bisa terlaksana setelah adanya kegiatan produksi dan pemasaran. Dengan kata lain, produksi dan pemasaran dapat membantu terlaksananya tujuan konsumsi. Pemasaran jika kita lihat berada diantara produksi dan konsumsi yang berarti bahwa pemasaran menjadi penghubung antara dua factor tersebut. Dalam kondisi perekonomian sekarang ini, tanpa adanya pemasaran orang sulit mencapai tujuan konsumsi yang memuaskan. Betapapun baiknya produk yang dihasilkan, jika orang lain mengetahui, maka produk tersebut sulit akan laku.
Keterangan :
  • Pemasaran adalah merupakan salah satu kegiatan utama dalam bidang perekonomian
    • Pemasaran merupakan salah satu kegiatan utama dalam bidang perekonomian
  • Betapapun baiknya produk yang dihasilkan, jika orang lain mengetahui, maka produk tersebut sulit akan laku.
    • Bagaimanapun baiknya produk yang dihasilkan, jika orang lain mengetahui maka produk tersebut sulit akan terjual.

  1. Pemukiman kumuh sering diidentikan dengan kemiskinan, bahkan hasil penelitian ismail (1991:1) menunjukan bahwa pertumbuhan pemukiman kumuh berhubungan positif dengan problema kemiskinan penduduk. Semakin banyak penduduk miskin di perkotaan, semakin meningkat jumlah pemukiman ( kampong ) kumuh. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penduduk pemukiman kumuh merupakan masyarakat miskin. Keterbatasan ekonomi dan keadaan social yang kurang mendukung mengakibatkan lapisan penduduk marjinal DKI Jakarta dengan terpaksa dan atau sengaja bermukim dipermukiman kumuh. Diantara mereka bahkan mendirikan bangunan liar pada lokasi yang tidak diperuntukan sebagai pemukiman atau pada lahan milik pihak lain. Timbul masalah kesehatan mendasar, seperti : masalah air minum, tinja, sampah, sanitasi, makanan, serangga dan pencernaan yang disebabkan oleh timbulnya pemukiman kumuh. Permasalahan kesehatan tersebut yang telah menjadi problematika bagi masyarakat maupun aparat pemerintah.

Penjabaran :

  1. Perumusan masalah
Beberapa perumusan masalah yang terdapat dalam artikel tersebut seperti pertumbuhan pemukiman kumuh yang semakin meningkat pesat diibu kota terutama. Berdirinya bangunan-bangunan liar yang tidak seharusnya menjadi pemukiman tetapi digunakan terpaksa untuk pemukiman para masyarakat miskin yang tidak mempuyai biaya untuk membangun tempat tinggal yang layak . Dan hal ini pun menimbulkan berbagai macam masalah-masalah lagi yang mengganggu berjalannya kehidupan yang layak bagi para penduduk miskin seperti masalah air minum yang semakin langka mendapatkan air minum bersih, pengelolaan sampah yang tidak berjalan dengan semestinya sehingga menimbulkan berbagai macam penyakit. Tata taman kota pun menjadi terpiggirkan karna semakin banyak berdirinya bangunan-bangunan liar yang mengambil lahan untuk penciptaan taman kota yang sangat dibutuhkan untuk kota besar yang penuh dengan polusi dan pencemaran seperti Jakarta ini. Sudah seharusnya semua ini menjadi perhatian lebih dan pembenahan oleh para pejabat tinggi negri.
  • Apa penyebab semakin banyak timblunya pemukiman kumuh dikota besar ?
  • Masalah apa saja yang timbul dari semakin banyaknya pemukiman kumuh diperkotaan ?
  • Bagaimana cara pemerintah dan masyarakat itu sendiri untuk mengatasi masalah pemukiman kumuh ini ?

  1. Tujuan penelitian
Tujuan dari penelitian tersebut yaitu menggambarkan tentang keadaan para masyarakat miskin yang ada diindonesia khususnya dipinggiran kota Jakarta, jumlah rumah kumuh yang meningkat menunjukan semakin tingginya tingkat kemiskinan yang terjadi serta berbagai macam penyakit yang mengahantui para penduduk miskin tersebut. Sudah seharusnya hal-hal tersebut mendapatkan perhatian lebih dari para pemerintah dan petinggi negri. Dengan membantu menyediakan pemukiman yang layak untuk ditempati, air yang sehat dan jernih serta sanitasi yang baik.

Nama kelompok 3EB06
  • Siti hutami               (26210593)
  • Boby Ariyanto        (21210429)
  • Yoga pradipta         ( 28210644)

Jumat, 02 November 2012

TUGAS SOFSKILL BAHASA INDONESIA (TUGAS 1)



NAMA KELOMPOK: YOGA PRADIPTA PUTRA (28210644)
                                    BOBBY ARIANTO
                                    SITI HUTAMI WIDIANINGSIH
(1)    Beri komentar tentang artikel berikut ini:
Pemasaran adalah merupakan salah satu kegiatan utama dalam bidang perekonomian, disamping kegiatan produksi dan konsumsi. Konsumsi baru bias terlaksana setelah adanya kegiatan produksi dan pemasaran. Dengan kata lain, produksi dan pemasaran dapat membantu terlaksananya tujuan konsumsi. Pemasaran jika kita lihat berada diantara produksi dan konsumsi, yang berarti bahwa pemasaran menjadi penghubung antara dua faktor tersebut. Dalam kondisi perekonomian sekarang ini, tanpa adanya pemasaran orang sulit mencapai tujuan konsumsi yang memuaskan. Betapapun baiknya produk yang dihasilkan, jika orang lain tidak mengetahuinya, maka produk tersebut sulit akan laku.
Jelaskan selengkap mungkin apa, kesalahan yang kalian temukan pada artikel di atas!

Menurut saya kegiatan pemasaran adalah kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan supaya barang atau produk suatu barang laku,jarang ditemukan barang atau produk saat ini yang laku tanpa adanya pemasaran ataupun promosi dalam media elektronik maupun cetak,dan oleh sebab itu pemasaran mungkin sangat diperlukan agar barang atau produk dapat diketahui oleh masyarakat dan laku terjual.Yang menjadi permasalahan atau kesalahan dalam hal pemasaran menurut saya adalah promosi yang dilakukan oleh produk tertentu semisal rokok ataupun alat kontrasepsi,dengan maraknya iklan yang ditayangkan di media elektronik semisal televise,orang jadi bertanya-tanya dan ada rasa keingin tahuan tentang produk tersebut dan tak jarang yang mencobanya.


(2). Pemukiman kumuh sering diidentikkan dengan kemiskinan, bahkan hasil penelitian Ismail (1991:1) menunjukkan bahwa pertumbuhan pemukiman kumuh berhubungan positif dengan problema kemiskinan penduduk. Semakin banyak penduduk miskin di perkotaan, semakin meningkat jumlah pemukiman (kampong) kumuh. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penduduk pemukiman kumuh merupakan masyarakat miskin. Keterbatasan ekonomi dan keadaan social yang kurang mendukung mengakibatkan lapisan penduduk marjinal DKI Jakarta dengan terpaksa dan atau sengaja bermukim di pemukiman kumuh. Di antara mereka bahkan mendirikan bangunan liar pada lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai pemukiman atau pada lahan milik pihak lain. Timbul masalah kesehatan yang mendasar, seperti: masalah air minum, tinja, sampah, sanitasi makanan, serangga dan pencernaan yang disebabkan oleh timbulnya pemukiman kumuh. Permasalahan kesehatan tersebut yang telah menjadi problematika bagi masyarakat maupun aparat pemerintah.
Berdasarkan artikel no 2 susun (1) Rumusan masalah, (2) Tujuan penelitian

Rumusan masalah:
-Bagaimana cara menindaki problema pemukiman kumuh yang semakin lama semakin pesat tumbuh di Jakarta?
Menurut saya cara untuk menindak lanjuti masalah diatas adalah harus adanya kesadaran dari masyarakat di ibukota dimana masalah itu bermula dari banyaknya populasi orang dijakarta,meningkatnya populasi itu disebabkan oleh urbanisasi masyarakat dari desa ke kota sehingga mengakibatkan membludaknya penduduk ini,urbanisai yang mengirim masyarakat kurang dalam ilmu maupun skill mengakibatkan susah untuk mencari kerja dan membeli rumah,jadi factor urbanisai itu harus dihindarkan oleh menteri social.
-Penelitian ini dimaksudkan sebagai konsep penerapn fungsi ilmu ekonomi yang dilaksanakan dengan tujuan untuk:
1.Membahas efektifitas tentang bagaimana sebab dan akibat padatnya penduduk dan timbul pemukiman kumuh yang ada di Jakarta
2.Membahas konsep tatanan penduduk yang ada di Jakarta dalam menyampaikan pesan yang terarah untuk meningkatkan keteraturan tata ruang bangunan dan juga menurunya tingkat kemiskinan dan kejahatan yang ada di Jakarta.

Selasa, 15 Mei 2012

Pengertian Hukum dan Ekonomi

Pengertian Hukum dan Hukum ekonomi


Review Jurnal Pengertian Hukum dan Hukum ekonomi


KELOMPOK SOFTSKILL
- Berry Alkata Nandalawi
- Insya Fatwa
- Singgih Pranoto
- Siti Hutami
- Yoga Pradipta

KELAS 2EB06

ABSTRAK

Hukum adalah keseluruhan norma yang oleh penguasa masyarakat yang berwenang menetapkan hukum, dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan yang mengikat bagi sebagian atau seluruh anggota masyarakat tertentu, dengan tujuan untuk mengadakan suatu tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut.

PENDAHULUAN

Hukum Ekonomi merupakan suatu Hukum atau ilmu hukum adalah suatu sistem aturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat dan dikukuhkan oleh penguasa, pemerintah atau otoritas melalui lembaga atau institusi hukum hukum ini dibuat dengan tujuan untuk mengatur kegiatan perekonomian indonesia.hukum ekonomi berisi tentang hal-hal dalam kinerja perekonomian yg sehat.seperti persaingan sehat,perluasan perdagangan dan lain-lain.

PEMBAHASAN

Pengertian Hukum
Banyak tokoh yang mempunyai pendapat masing-masing tentang hukum, diantaranya:
a. Aristetoles
Hukum adalah dimana masyarakat menaati dan menerapkannya dalam anggotanya sendiri
b. Grotus
Hukum adalah salah satu aturan dari tindakan moral yang mewajibkan pada suatu yang benar
c. Wiryono Kusumo
Hukum adalah keseluruhan peraturan yang baik tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur tata tertib di dalam masyarakatdan terhadap pelanggaranya akan dikenakan sanksi.
d. Van Kan
Hukum merupakan keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat.
e. Utrecht
Hukum merupakan himpunan peraturan (baik berupa perintah maupun larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat dan seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu pelanggaran petunjuk hidup tersebut dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah.
c. Menurut Wiryono Kusumo
Hukum adalah merupakan keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur tata tertib di dalam masyarakat dan terhadap pelanggarnya umumnya dikenakan sanksi.
Hukum terdiri atas beberapa unsur :
1. peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat.
2. peraturan itu bersifat mengikat dan memaksa.
3. peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi
4. pelanggarannya terhadap peraturan tersebut dikenakan sanksi.
Kodifikasi Hukum
Adalah pembukuan jenis-jenis hukum tertentu dalam kitab undang-undang secara sistematis dan lengkap.
Ditinjau dari segi bentuknya hukum dibedakan menjadi 2,yaitu :
a. Hukum Tertulis
Adalah hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan-peraturan
b. Hukum Tidak Tertulis
Adalah hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat, tetapi tidak tetulis namun berlakunya ditaati seperti peraturan perundangan ( hukum kebiasaan )
Menurut teori ada 2 macam hukum kodifikasi, yaitu :
1. Kodifikasi terbuka adalah kodifikasi yang membuka diri terhadap terdapatnya tambahan-tambahan di luar induk kodifikasi
2. kodifikasi tertutup adalah semua hal yang menyangkut permasalahannya dimasukan ke dalam kodifikasi atau buku kumpulan peraturan.
Unsur-unsur dari suatu kodifikasi :
a. jenis-jenis hukum tertentu
b. Sistematis
c. Lengkap
Tujuan Kodifikasi Hukum Tertulis untuk memperoleh:
a. Kepastian hukum
b. Penyederhanaan hukum
c. Kesatuan hukum
Contoh kodifikasi hukum :
- Di Eropa
Corpus Iuris Civilis, yang diusahakan oleh Kaisar Justinianus dari kerajaan Romawi Timur tahun 527-565
- Di Indonesia
a. kitab Undang-Undang Hukum Sipil (1 Mei 1848)
b. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (1 Mei 1848)
Pengertian Ekonomi
Ekonomi bersal dari kata yunani (oikos) yang berarti keluarga, rumah tangga dan (nomos) berarti peraturan, aturan, hukum.
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran.
Pengertian Hukum Ekonomi
Hukum ekonomi adalah suatu hubungan sebab akibat atau pertalian peristiwa ekonomi yang saling berhubungan satu dengan yang lain dalam kehidupan ekonomi sehari-hari dalam masyarakat.
Menurut Sunaryati Hartono, hukum ekonomi adalah penjabaran hukum ekonomi pembangunan dan hukum ekonomi social, sehingga hukum ekonomi tersebut mempunyai 2 aspek yaitu :
a. Aspek pengaturan usaha-usaha pembangunan ekonomi
b. Aspek engaturan usaha-usaha pembagian hasil pembangunan ekonomi secara merata diantara seluruh lapisan masyarakat.
Hukum ekonomi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. hukum ekonomi pembangunan
b. Hukum ekonomi social
Hukum di Indonesia menganut asas sebagai berikut :
a. asas keimanan
b. asas manfaat
c. asas demokrasi
d. asas adil dan merata
e. asas keseimbangan, keserasian, dan keselarasan dalam perikehidupan
f. asas hukum
g. asas kemandirian
asas keuangan
i. asas ilmu pengetahuan
j. asas kebersamaan, kekeluargaan, keseimbangan dalam kemakmuran rakyat
k. asas pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan
l. asas kemandirian yang berwawasan kenegaraan
.KAIDAH / NORMA
Dalam Pergaulan hidup manusia diatur oleh berbagai macam kaidah (Norma), yang tujuannya untuk menciptakan kehidupan yang lebih aman dan tertib.
Perbedaan Antara Norma Hukum dan Norma Sosial
Norma Hukum
• Aturannya pasti (tertulis)
• Mengikat semua orang
• Memiliki alat penegak aturan
• Dibuat oleh penguasa
• Sangsinya berat
Norma Sosial
• Kadang aturannya tidak pasti dan tidak tertulis
• Ada/ tidaknya alat penegak tidak pasti (kadang ada, kadang tidak ada)
• Dibuat oleh masyarakat
• Sangsinya ringan.


KESIMPULAN

Hukum ekonomi dapat disimpulkan sebagai suatu aturan main dalam kegiatan [perekonomian yg dihadapkan dalam persaingan ekonomi yg sehat.

REFERENSI

http://paskalinaani.wordpress.com/2012/03/31/pengertian-hukum-hukum-ekonomi/